SYARAT MENGURUS PERCERAIAN DALAM AGAMA KRISTEN/KATOLIK

RR. SRI AGUSTINI, S.H, M.H.

Bagi anda yang melakukan pernikahan dalam agama Kristen atau Katolik dan ingin melakukan proses perceraian maka ada syarat perceraian yang berlaku di dalamnya karena bukan hanya bersangkutan dengan kedua belah pihak yang berpisah namun juga dengan hukum agama dan negara yang mengikatnya.

Syarat-syarat mengurus perceraian dalam agama Kristen/Katolik

Jika pernikahan anda memang tidak dapat dipertahankan lagi dan anda memutuskan untuk bercerai, maka pengajuan berkas perceraian harus diserahkan ke Pengadilan Negeri atau PN (bagi yang beragama Islam perceraian dilakukan di Pengadilan Agama). Jika sudah diputus PN, maka akte cerainya nanti akan di urus dan di buat oleh Catatan Sipil.

Syarat-syarat atau dokumen yang harus dibawa ke PN untuk mengajukan gugatan perceraian:

  1. Kartu Tanda Penduduk atau KTP
  2. Kutipan Akta Nikah
  3. Akta Kelahiran anak jika ada
  4. Kartu Keluarga
  5. Surat Gugatan Perceraian

Berkas-berkas tersebut harus dilengkapi untuk memenuhi persyaratan administrasi dalam mengajukan gugatan perceraian. Jika Anda mengalami kebingungan maka gunakanlah jasa dari advokat/pengacara yang memang mempunyai pendidikan untuk memberikan jasa layanan hukum salah satunya jasa hukum pengajuan gugatan perceraian.

Pentingnya Pengacara Membantu Melengkapi Syarat Perceraian

Sebenarnya bisa saja anda melakukan pengajuan gugatan perceraian tanpa menggunakan jasa dari advokat/pengacara. Namun jika proses pengajuan tersebut cukup membingungkan dan membuat anda sulit untuk melewati proses gugatan maupun perceraian sendiri maka jasa pengacara sangat dibutuhkan.

Pengacara dibutuhkan saat masalah perceraian yang anda hadapi cukup berat, dimana anda merasa kurang mampu untuk mengurusi kelengkapan termasuk melewati proses perceraian sendirian, terlebih jika anda tidak memiliki waktu untuk hadir dalam proses mediasi dan persidangan karena pekerjaan atau kesibukan lainnya. Dalam hal ini, pengacara dapat mewakili pihak yang sedang berhalangan untuk menghadiri persidangan. Namun, bukan hanya mewakili salah satu pihak yang tidak bisa menghadiri acara atau sidang perceraian saja yang menjadi tugas pengacara anda nantinya, tetapi juga sebagai jembatan dialog antara pihak yang bertikai atau bercerai hingga menemukan satu jalan keluar untuk mencapai kesepakatan yang diinginkan misalnya mengenai hak asuh anak, harta gono-gini atau yang lainnya.

Namun semuanya dikembalikan kepada anda sebagai pihak yang beracara, apakah merasa bahwa hasil akan optimal jika mengurusi syarat perceraian dan segala hal yang berkaitan dengan gugatan cerai atau membutuhkan seorang pengacara yang dirasa handal untuk menyelesaikan masalah ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares