PASAL UNTUK MENJERAT PACAR YANG SUKA MENGANIAYA

RR. Sri Agustini, S.H, M.H

Belakangan ini, banyak sekali kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pacar viral di sosial media, baik itu yang berupa potongan video, gambar maupun curhatan tertulis. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan. Namun, bagi kamu yang menjadi korban atau mengetahui ada teman kamu yang menjadi korban, tidak perlu khawatir, kamu bisa menggunakan pasal di bawah ini untuk menjerat pacar yang suka menganiaya secara hukum.

“Penganiayaan” menurut R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal secara yurisprudensi, adalah tindakan sengaja yang menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. Menurut alinea 4 pasal ini, masuk pula dalam pengertian penganiayaan ialah “sengaja merusak kesehatan orang”.

Pasal Untuk menjerat pacar yang suka menganiaya:

Pasal 351 KUHP:
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 352 KHUP:
(1) Penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.

Pasal 354 KUHP:
(1) Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

Selain upaya Pidana, jika seseorang melakukan kekerasan psikis terhadap orang lain, upaya hukum secara Perdata juga dapat dilakukan oleh korban dengan melakukan gugatan “Perbuatan Melawan Hukum” (PMH) sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”): “Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Dasar Hukum:
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)

Referensi:
R. Soesilo. 1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Politeia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares